Teknik Petani Sederhana Berkebun Karet
Teknik Petani Sederhana Berkebun Karet
Berbisnis karet
sangat memberi kemakmuran bagi masyarakat yang menggeluti bidang
tersebut, mulai dari petani atau pekerja, pengepul, hingga agen-agen
besar sampai ke pengolah atau pabrik. Begitu pula penggunaannya sesudah
menjadi produk, karet diperlukan dalam teknologi, rumah tangga, sampai
pada mainan anak-anak.
Selain menguntungkan,
cara berkebun karet tidak sulit namun membutuhkan biaya yang cukup
besar karna butuh lahan yang luas supaya mempunyai penghasilan yang
besar. Berikut ini cara-cara bertani karet dari hasil sebuah pengalaman
mulai dari penanaman, perawatan, hingga pemanenan atau menyadap karet.
Pohon karet ini bisa
tumbuh didataran rendah hingga 200 m diatas permukaan laut. Dalam
penanaman bibit karet berikan jarak antara baris dan kolom, jarak yang
efisien yaitu 4×5, 4m dalam baris dan 5m jarak pada kolom. Karena jika
terlalu rapat akan mempengaruhi laju tumbuh karet tersebut. Jika terlalu
renggang atau terlalu jauh jarak penanaman tersebut bibit karet akan
cepat tumbuh namun kurang efisien lahan bagi petani sederhana.
Selanjutnya saat penanaman ada juga teknik menanam bibit karet yaitu
pada mata tunas bibit karet tersebut dihadapkan ke arah barat. Hal ini
ditujukan supaya bibit karet tumbuh tegak karena dari barat berlawanan
ke timur mengikuti sinar matahari, dan hasil sesudah tumbuh pun akan
rapi hal ini juga dapat menyenangkan hati petani dan semakin semangat
merawat serta memupuknya.
Dari kebanyakan para
petani-petani sederhana yang dapat dilakukan saat penanaman tidak
memberi bahan-bahan kimia lain karna faktor biaya, meski banyak
cara-cara teknologi pertanian contoh menggunakan pasta Rootone saat
penanaman dan sebagainya. Dalam penanaman ini juga dapat diterapkan
sistim tumpang sari. Jadi para petani disela-sela bibit pohon karet ini
ditanami berbagai umbi-umbian, singkong, sampai padi. Manfaatnyapun
sekaligus dapat dilakukan penyiangan yang komplek baik pada tanaman dan
pohon karet tersebut. Namun ada batas kurun waktu 2-3 tahun
tanaman-tanaman bisa tumbuh dalam sela-sela pohon karet tersebut.
Pemupukan sangatlah
penting untuk merangsang laju pertumbuhan pohon karet, serta penyulaman
mengganti bibit-bibit yang mati. Perawatan yang rutin selama 2 minggu
sekali yaitu mematikan tunas-tunas palsu agar tidak bercabang-cabang.
Hingga berumur 8-10 bulan yang sudah tumbuh mencapai 4-6 meter, ujung
pohon karet itu di pangkas dan dicek secara rutin 2 minggu sekali agar
tumbuh 2-4 mata tunas untuk calon dahan. Dahan yang ideal tersebut
ditujukan untuk mengantisipasi batang pohon yang roboh terkena angin
akibat terlalu lebat, dan juga agar batang cepat besar.
Setelah berumur 5-6
tahun pohon karet siap dipanen atau disadap. Penyadapan pada batang
pohon yaitu ½ keliling lingkar pohon karet tersebut, dilakukan pada pagi
hari, waktu yang pas yaitu jam 04.00-08.00 karena belum ada angin dan
panas terik matahari yang memampatkan pori-pori dari irisan sadapan
tersebut. Kendala yang umum bagi para petani yaitu hujan, karena dapat
merusak kulit pohon karet, getah tidak mengalir dan tertampung dalam
mangkuk, dan jika menunggu kering pasti penyadapan dilakukan siang hari
dan hal ini mengurangi hasil sadapan saat hari itu juga.
Petani biasa menjual
dalam bentuk cetakan yang sudah didiam kan dalam mangkuk berhari-hari
yang dipungut sekiranya sudah banyak atau biasa disebut Ce’El, namun
ironisnya hal itu juga menjadi kendala “khusus” pada aksi pencurian. Ada
juga menjual dalam bentuk getah, dan ada pula yang menjual harian yaitu
getah yang cair dalam mangkuk diberi pengental atau biasa
disebuttawas dan langsung dipungut.
Harga karet
berubah-ubah dari daerah satu dengan daerah lain bahkan harga dari
pengepul atau pembeli yang satu dengan yang lain itupun relatif tidak
sama tergantung penilaian kualitas pembeli atau pengepul tersebut.
Kualitas yang bagus itu bersih dari tatal atau sisa pengirisan dan sudah
berhari-hari dalam mangkuk biasanya per kilo mencapai Rp.12.000/kg jika
harga karet normal. Kendala yang lain yaitu pada saat musim pergantian
daun saat daun mulai kering dan rontok, masih bisa disadap, namun saat
semi tumbuh daun muda tidak setetespun getah yang bisa diambil. Pada
saat ini cocok untuk pemupukan dan perawatan.

0 komentar:
Posting Komentar